Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia memilih mengalihkan semua pesawat tujuan Yogyakarta ke Solo, demi keamanan penumpang. Pengalihan tujuan ini sampai Bandara Adisutjipto Yogyakarta tidak terganggu lagi oleh debu vulkanik Gunung Merapi.
"Sampai kapannya, kita pantau terus perkembangannya setiap hari," kata Corporate Secretary Garuda Indonesia, Pujobroto, kepada detikcom, Minggu (31/10/2010).
Menurut Pujo, ada 8 penerbangan dari Jakarta ke Yogya dan 2 penerbangan Denpasar ke Yogya, setiap harinya. Semua kini dialihkan ke Solo.
"Masih ada debu di landasan. Kalau take off dan landing kita khawatir debu itu masuk engine. Jadi kita utamakan safety dulu," imbuhnya.
Otoritas Bandara Adisutjipto memang tidak melarang pesawat mendarat di Yogya. Menurut Pujo, mereka mengeluarkan Notice To Air Man (NOTAM) yang meminta kehati-hatian tinggi saat mendarat atau lepas landas di Yogya akibat faktor debu Merapi.
"Kami memilih untuk tidak mengambil risiko. Biar safe, kita lewat Solo. Nanti dari Solo ke Yogya dan sebaliknya, kita sediakan bus untuk penumpang," jelasnya.
Pujo menambahkan, semua penumpang Garuda sudah diberitahukan soal kondisi ini. Menurut dia, penumpang Garuda dapat memahami kondisi ini.
"Kita sudah jelaskan kepada mereka soal situasinya. Ini demi keamanan," tutupnya.
Garuda mengalihkan penerbangan tujuan Yogya ke Solo sejak Sabtu (30/10) kemarin. Sementara sejumlah maskapai lain memilih untuk tetap mendarat di Adisutjipto.
Minggu, 31 Oktober 2010
Garuda Alihkan Pesawat ke Solo, Sampai Yogya Aman dari Debu
10.52
Martin winata

















0 komentar:
Posting Komentar